Kamis, 16 Desember 2010

seperti terkenang masa2 bersama Alm.kokoku...

alm koko, suka makan.. tapi ga bisa gemuk... tapi ga bisa makan sendirian..pgnnya ditemenin...

humm..aku py teman, bisa dibilang baru,walaupun aku kenal dia sudah lama.. baru aja deket..

Qta sampe sekarang jadi sering makan bareng.. makan siang,ato malam, sering kerumah, sudah santae ngobrol sama Papa Mama.. Sudah seperti kluarga sndri jadinya. dia merantau di Bali..

akhir2 ini, aku seperti merasa,aku lagi makan sama alm koko.. hummmm..
nyaman..
memang scra fisik beda.. mungkin ini kerinduan seorang adik aja kali yaaah

yang jelas... aku sprti dapet semangat baru.. semangat karena rasa rindu itu terobati sedikit..

:))

Jumat, 26 November 2010

dasar munafik.. wuaaah....ups!

kenapa dikatain munafik... hahahaa

alasannya.., katanya sama-sama suka tapi terlalu berbelit-belit..

hahahaa..

Begitukah diriku..??
hehee, santai sajaaa..toh kalau jodoh tak kan lari kemana

Sabtu, 03 Juli 2010

Memulai Usaha

JATAYU CAKE... dah 4 taon aku bergulat sama kue dengan merk itu.. hahaha..menjadi penghasilan utamaku , penghasilanku untuk nerusin Sarjana ku.. hehehe..

Sekarang, Jatayu Cake udah berani tampil dengan toko sendiri, di A.Yani Utara 159D, ga jauh dari tempat produksinya..
kata Mama n Papa, ini usaha juga bakalan aku yang handle.. ~ya dipikir ya sapa lagi anaknya yang jadi penerusnya saat ini.. Koko pertama jauh di BanjarBaru, koko kedua jauh disurga.. ya sisa diriku sajaa

Yaah..semoga sesuai harapan orangtua, aku bisa handle dengan baik (walaupun skrg masi aga rumit, nyambil kuliah susah .. malah sekarang buka toko,lebih ruwet lagi.. hehhee.. tapi ga papa.. sesuai kata pepatah

Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian...

Semoga lancar usahaku dan bisa nyenengin my parents..

Sabtu, 05 Juni 2010

Lebih baik mundur dan berbalik

Rara menyerah sudah, baginya, mungkin saat ini, dia lebih baik mundur 4 langkah sekaligus dan berbalik kembali mengejar karir dan kuliahnya, dibanding harus berhadapan dengan Didi dan Sisi, ~lebih baik kupergi meninggalkan mereka, aku tak mau tau lagi mereka akan bagaimana~ seolah-olah Rara berusaha tutup telinga dan mata melihat perkembangan mereka.

Terkadang,Sisi juga masi menyapa Rara di dunia maya,yaah,tentu saja Rara masi tetap bersifat ramah terhadap Sisi. Rara merasa lelah jikalau harus membawa perasaannya terus,lebih baik,lupakan semua..

Berhubungan dengan Didi pun Rara mulai enggan, ada beberapa statement Didi yang membuatnya merasa tersinggung. Tapi,jikalau mereka suatu hari bertemu,rara berusaha seperti dulu ,sebiasanya, Rara juga tak ingin bermusuhan dengan Didi.

Posisi seperti sekarang ,membuat Rara merasa happy sehari2nya,pekerjaan lancar,kuliah walaupun berat,tapi teman2nya membuatnya kuat bertahan dan tak menyerah. Tentunya,situasi seperti ini,tak langsung terjadi. Rara juga sempat down sejenak,merasa tak nyaman,terkadang membuka Fb pun ,awal-awal Rara merasa aga panas mata dan telinga melihat dan membaca status dua sejoli, tetapi,lama-kelamaan ternyata semua kembali normal. syukurlah Rara bisa melewati masa ini dengan lebih dewasa.
~Aku tak mau karma itu berbuah lagi,lebih baik aku pergi sendiri dan mengejar ambisi dan cita2ku dlam karir dan pendidikan~

Walaupun teman-teman yang dulu mendukung hubungan Rara dan Didi merasa kecewa,mereka tetap membesarkan hati Rara,itulah salah satu 30% kekuatan Rara untuk menjadi lebih dewasa. ~Walaupun mereka menyarankan untuk maju selangkah demi selangkah dengan keoptimisan Rara pasti bisa,tapi Rara lebih baik mundur 4langkah sekaligus dan berbalik pergi..

Minggu, 23 Mei 2010

Dimana posisi Rara?

Masih menjadi kelanjutan kisah Rara dan Didi..

Perkembangannya,bukan terletak pada kemajuan hubungan mereka, tapi malah gosip yang berkembang dan tak terkendali. Rara tak berkutik, bercerita pada Didi pun, Rara enggan. Sudah tentu,masalah yang utama adalah Sisi. mereka sudah dekat, apa lagi yang bisa Rara lakukan.

Teman-teman Rara,sebagian masih penasaran dengan inisial kue mochi yang disebut oleh Lani,teman dekat Rara. Sebenarnya aman,tapi sayangnya ada saja teman Rara yang bertanya secara pribadi,mochi itu siapa. Jika tak diceritakan, Rara berfikir,kenapa harus ditutup-tutupi jika memang tak ada hubungan special. Rara bercerita, dan mereka pun bersedia mendukung Rara. Tapi apa itu menjadi semangat untuk Rara,dengan kondisi Rara tau apa yang sedang terjadi antara Sisi dan Didi.

Suatu malam, Rara penasaran dengan status yang di update oleh Sisi di situs jejaringan sosial yang sedang marak, Facebook. Yaaah,kebetulan Sisi sedang online, Rara menyapa..
"Hi sisi.. wawh, statusnya.. baru jadian yah?"
tak lama diluar dugan, ada balasan dari Sisi "hi Ra.. owh.. hehehe, belum,masi pedekate.."
obrolan mereka berlanjut, dan satu kesimpulan yang bisa Rara simak, Sisi sangat tergila-gila dengan Didi. Tapi,bagaimana dengan Didi? masih tetap menjadi tanda tanya besar dihati Rara.

Rara bercerita pada adik perempuan dan kakak perempuannya. si adik, Asti, gregetan juga liat Fb sisi.. cuma yaah..sudahlah..lupakan dan biarlah berlalu,tapi kalau masi bisa dikejar,kejar donk Kak.. Pesan si Asti. Kalau kakak perempuan Rara, Vinica, wuaah..tentu mendukung sangat adiknya si Rara, kebetulan, Vini mengenal sosok Didi juga, dan sedikit banyak mengetahui watak si Didi. Vini berusaha memancing Sisi, tapi ada sosok perempuan yang sedang didekati, bukan Rara,karena Didi bilang teman-teman tak mengetahui dan mengenal sosok yang sedang didekati Didi. Rara sempat down sejenak. 2 hari dia seperti kehilangan 20persen energi di tubuhnya. Tapi, saat dia bisa bertemu Didi, melihat cara Didi menatapnya saat menyimak apa yang diutarakan Rara, rasa itu seperti membuat hatinya tenang. Rasa yang membuatnya nyaman. Bukan dari segi postur tubuh atau fisik yang membuat Rara merasa nyaman, tapi dari pandangan mata yang tulus, itu yang membuat Rara menyukai dan tertarik pada Didi.

Sisi muncul lagi di dunia online dan mengajak Rara berbincang. Tentunya Rara bertanya bagaimana hubungannya dengan Didi. "Baik-baik aja kok Ra" jawab Sisi. Yaaah, Rara mulai bisa menerima posisinya sekarang seperti apa. seperti diantara 2 orang,sebelah kanannya ada Didi yang sering membuatnya tertawa dan merasa nyaman,jika dia menoleh ke kiri, ada Sisi yang bercerita bagaimana harapan Sisi untuk bisa mendapatkan hati Didi.Saat Rara menoleh lagi ke kanan,dan bertanya, Di, Sisi siapa? "cuma teman"jawab Didi. Bagaimana Rara harus membawa perasaannya. Saat Sisi bertanya "kok bisa ga ada Yayank sekarang?"tapi dr komentar temen2 di statusmu,sepertinya kamu sdg jatuh cinta yah Ra? kamu ada perasaan dengan si cowo yang di gosipin itu?"
apa yang bisa Rara jawab..? apa dia harus menjawab.. cowo itu adalah Didi...

Bagaimana perasaan Sisi.. dia jauh disana, dan Rara lebih sering berjumpa dengan Didi. Entah Sisi menyadari itu atau tidak. Rara tak tau harus berada di posisi mana, apakah harus melanjutkan perasaannya untuk yakin di hatinya adalah Didi, atau harus mengalah untuk Didi dan Sisi.

Bimbang hati Rara, apa Rara harus menceritakan hal ini pada Didi..
"aku berfikir 25 kali dulu kali yahh" gumam Rara.

Selasa, 11 Mei 2010

Cinta bertepuk tangan kah? atau bertepuk sebelah tangan?

Kisah seorang perempuan, yang merasakan indahnya jatuh cinta lagi..
entah jatuh cinta saling bertepuk tangan atau bertepuk sebelah tangan yaaah namanya..

Suatu malam, sebut saja Rara si perempuan yang yaaah,dia suka sibuk , entah untuk melepas kesendirian atau bagaimana memang takdirnya untuk bersibuk sibuk ria.
Rara menerima sms, ada suatu ajakan untuk ibadah, ketempat yang tak biasa dia kunjungi. berfikir cukup lama,dan akhirnya ada ajakan tambahan juga dari Didi,sekalian makan Ice cream yuk (waah,Rara paling suka ice cream,apalagi diajak di salah satu tempat favouritenya)Rara membalas.. "aku butuh transport,tlg disediakan, dan Didi menjawab" mau kujemput? Rara senang mndapat jawaban itu, tapi untuk menjaga gengsi "besok kabari aku lagi Di.. "

Keesokan pagi, Rara masi bimbang,antara menerima ajakan atau tidak. bukan masalah tempat ibadahnya, karena masih satu atap juga, cuma beda pintu (istilah aneh juga)
Akhirnya saat kuliah berlangsung, Rara sms Didi, bertanya: nanti jadi ga Di?
balasan cepat darinya: "iya, jadi."

Entah Rara harus merasa bahagia secepat itu atau bagaimana, Rara blum ijin ke ortunya, apalagi, tempatnya cukup jauh, satu setengah jam dengan mobil,itupun dengan kecepatan sedang,kalau santai mungkin 2 jam. Tapi sama Didi, naik motor, tak masalah untuk Rara, tapi apakah ortunya mengijinkan.. berharap yang baik sajalah, gumam Rara optimis dalam hati.

Sudah pukul 5 sore, Didi berjanji menjemput pk 6 sore,
Perlahan, Rara bicara dengan Mamanya, tak terlalu banyak bicara, cuma Mama aga kaget.. Didi siapa? Rara memang tak pernah bercerita banyak soal Didi dan Didi juga jarang berkumpul bersama teman segenk Rara,karena Didi berasal dari luar kota.
Tapi, uhm..entah kenapa Papa Rara tak menyetujui kepergian Rara, seperti tak ikhlas.. Rara agak merasa aneh, kenapa jika hari-hari sebelumnya,kalau Rara ingin pergi malam bersama teman-temannya enatah cewe atao cowo, Papa Rara tak terlalu sekeras ini melarang. tapi Rara bersikukuh untuk tetap pergi.

akhirnya Didi datang menjemput hampir pukul 7 malam,dia sempet berpamit dengan Mama rara, tapi Mama rara tak terlalu menghiraukan. ada apa yah..?

Di perjalan, rara tak terlalu canggung dengan Didi, secara, mereka memang sudah akrab sejak beberapa bulan terakhir ini, akrab melalui sms atau berkomen ria di Fb. hahaha. kebetulan Didi masih bersanak keluarga dengan Dedy yang juga sahabat baik Rara.

Didi banyak bercerita tentang hal-hal umum,pekerjaannya, terkadang mendengar cerita Rara,cerita keluarganya, dan yang lucu,dia sempat bertanya tentang kepergian Rara ke kota di Kalimantan 2bulan lalu, karena dia belum tau Rara memiliki saudara perempuan disana.

Hampir mendekati jalan tempat ibadah itu, Rara dan Didi membeli beberapa persembahan di salah satu tempat perbelanjaan. Saat Rara dan Didi berada di Kasir, Didi menyerahkan uang dari dompetnya dan diberikannya untuk Rara, Rara sempat tertegun sebentar ~seperti sosok yang dirindukan Rara, dewasa dan cara nya membayar dan diberikan ke Rara, kecil memang,tetapi bisa membuat Rara tertegun sesaat..~ bukan berarti Rara matre, yang lebih terfokus, dari caranya Didi menyerahkan,ikhlas sekali.

Mendekati tempat Ibadah itu..
Lampu-lampu hotel berbintang ,resort-resort,restoran, cafe sepanjang jalan..membuat Rara bahagiaaaa sekali, ~Rara sangat menyukai suasana seperti ini.. Nice..~ yang lebih membuat Rara tak habis pikir,kenapa bisa dengan Didi, diluar dugaan Rara bisa dijemput Didi dan berdua dalam perjalanan yang cukup memakan waktu aga lama.

Agak canggung bagi Rara berada pada tempat ibadah ini, tapi berusaha terlihat tak ragu-ragu. selesai ibadah Rara,Didi,dan sepasang teman mereka, makan bersama dalam satu deretan meja. Didi memilih teapt duduk di depan Rara, saat makan, Hp Didi berbunyi, Rara menduga, pasti cewe, dan sepertinya itu Sisi, cewe yang lagi dekat dengan Didi, tapi anehnya, teman-teman Rara dn Didi sedikit yang tau kedekatan mereka, teman -teman Rara dan Didi masih lebih percaya, Rara dan Didi memang sedang dekat.

Tak lama telponnya di tutup,dan mereka asyik mengobrol dengan teman yang mereka jumpai disana,suasana yang membuat hati Rara nyaman, tak ada yang diragukan sepertinya.

Mereka sempat menikmati acara sesaat,tapi Rara aga curiga, Didi terus memegang hapenya, dan akhirnya, ada 2 perempuan dewasa yang didekat mereka, dan Didi mengulurkan tangan,dan berkenalan, Rio bertanya pada Didi tentang 2 perempuan itu, dan Didi cuma manjawab aku kenal di Facebook. Lama diperhatikan Rara "uhmm tak asing untukku.. aku tau siapa mereka"gumam Rara.

Saat perjalan pulang, Didi menurunkan kecepatannya, sangat pelan.. "Biar dapet lebih lama melancong nih"alasannya, tapi untuk Rara, why not, meskipun dalam hati Rara, bagaimana nanti menghadapi Papa dan Mama nya dirumah karena bersikeras tetap pergi.

Suasana yang sangat romantis untuk Rara,melewati deretan lampu jalanan dimalam hari sepanjang tempat wisata yang terkenal di dunia (andai sajaaa dia belum dekat dengan si Sisi..berharap lah Rara..)

sempat dipancing Rara, mengenai Sisi, tapi Didi tak mau menjawab dengan tegas, siapa Sisi, seperti memberikan harapan untuk Rara, tapi apa Rara bisa percaya begitu saja, apa lagi, tadi sempat berkenalan dengan 2 kakak perempuan Sisi, walaupun Sisi jauh disana, tapi mereka dekat dengan komunikasi. walaupun pada titik itu , Rara lebih unggul daripada Sisi,karena Rara bisa berada di dekat Didi, apa Didi bisa merubah hatinya untuk berada di dekat Rara, belum terjawab untuk detik ini, Rara tetap merasa pesimis, dia terus teringat status Didi dan Sisi yang terkadang seperti bermain teka-teki yang harus Rara pecahkan. sudah tersimpulkan untuk Rara, tapi kenapa tak ada ketegasan dari Didi, cuma untuk menjawab..iya,, aku lagi dekat dengan Sisi. tapi kenapa cuma dijawab.."Ga, aku akan menjawab comen dari siapapun di Fb", atau "pasti aku akan membalas siapaun yang meng sms ku." Tegas kah jawaban itu untuk Rara.

Yang pasti malam itu, rara berusaha mengesampingkan perasaan penasaran itu, karena yang harus dinikmati adalah malam minggu bersama laki-laki yang diam-diam Rara suka.

Pukul 10.30, terlambat 30 menit dari waktu yang dijanjikan Rara sama Mama nya..
Didi menunggu dengan tenang,sampai Rara berhasil masuk kedalam rumah.

Apa ini menjadi kenangan manis cuma untuk Rara?
malam minggu dengan laki-laki yang disukainya, ngedate terselubung bagi Rara, tapi si Didi tak menyadari kekaguman Rara padanya.

Bagaimana sikap Rara selanjutnya memantapkan hati , apa terus melanjutkan rasa penasaran melihat hubungan Didi dan Sisi yang berjarak lautan. bisakah Rara mengambil hati Didi..

Berusahalah terus Rara, dan jangan lupa berdoa, jika memang Didi untukmu, jodoh tak kan lari kemana.

Rabu, 24 Maret 2010

My sweet bday this year...






24 Maret 2010

Hari yang aku tggu2..ngerasa pasti bakal ada yang special~berharap bolee doonk.. hehehhe

dari bangun pagi, sms cm 5, buka Fb aah.. ups.. 70notif ucpn bdy. (padahal br jam 7 pagi..) bingung sih mau bales..banyak amaaat..
aku biarin aja dulu, ntr aja sekalian malemnya.. hehehe

Kuliah..di kampus, temen2 ngucapin ~sukurnya ga da yang ngerjain..~
Pulang kampus.. sial... tb2 ac mobil mati.. gilaaaa.. panasnya looh, aku terima aja.. mgkn lagi sial ajaaa.. so, its ok... drpd ngeluh, toh sma aja hasilnya.. kesabaran bener2 di uji, perutku keroncongan banget, ngerasa siang itu..panjang banget perjalanan pulang ke rumah.. Huff

Mpe Hum, ya , biasaaa ajaa.. sms n telp masi terus berdering..
Suatu kejujuran, aku mnggu sms seseorang.. knp yaah, kok ga ada..
ya mgkn di Fb ucapinnya..

Cek Fb.. Yaaah 72 notif baru lagi.. n aku cek, ga ada darinya.. (Hiks~sedikit kecewa, tp masi berharap.. wkwkkw) aku ga baca semua, ak biarin ajaa dulu...

Sore.. ada temen janji ke rumah, mau ambil pesenan brownies.. (lumayan yaah ada yang pesen ,aku dapet duit deh... Hehehehehe)
telp rumah berdering, tapi putus.. sapa siiih..(nie dah kejadian kedua hari ini)

Malem.. aku berencana beli ikan untuk dana makan pagi besok.. ke Renon deh ma Mama..
Sxan makan, tp tanpa suasana special...biasa ajaa

Telp pun berdering, salah satu temen menelpon,~biasa aku panggil Ko Ad..~ dia ty lagi dimana.. ngakunya dia lg tggu ojek di tmpt ngajar(aga curiga, coz ada gonggongan anjing..) n blg mau maen kerumah.. (tumben2nya..aneeh...)

Sampe Hum..jam 9 kurang, Ko ad telp lagi, ~kebetulan pagar depan dah dikunci..~ aku bk pintu.. eeh..cuma Ko ad aja.. (dalam hati bertanya2..ada apa yaah...)
Masuk, ddk di ruang tamu,akhirnya ngobrolin ide sinetron.. ntrnya lagi asyik cerita..
diluar ada kue lewat..

Ada angka 23 nya..
sambil jalan mengendap2, mereka nyanyi happy bday for me... (houuw..sweeet)
ada Yuli, Thea, Ko Keke, Danu, Yudhi, Michael, Budi Batu, Hendra, Ko Imin.. mereka menyerbu rumah..(walaupun jmlh mereka sedikit, ga lbh dari 10 orang,, tapiii.. kegaduhan mereka seperti 30 orang..wkwkwkwk)

Kageet jg.. entah mau bilang apa..aku tiup Lilinnya..

akhirnya tanpa persiapan apapun.. mereka lesehan di ruang tamu, ptg2 kue.. bagi2.. n habis terbagi dengan adil..

ambil minum di dispenser pun mereka mau antre, tapi, ada hal yang aneeeh.. entah siapa yang mengawalinya. Mukaku dipoles cream dari kue tart.. satu persatu bergiliran mengoles mukaku, ga pake ragu..ada yang dengan jurus 5 jari...jurus massage..leherku diuyek2.. astagaaaa...

Cekikikan lah merka tertawa n mengabadikan fotoku dengan krim itu (sampe detik ini, aku ga dikasi filenya..kata mereka, mereka mau upload di fb n menyebarkan ke temen2 whr laennya..)

Hiks,,,,

Susah payah aku bersihin muka.. lengkeeeeet!

Cuci pake sabun hampir 5 kali..
astagaaa

kupikir tanpa acara seperti ini... hahahhaa

~lucu skenario yang mereka buat untukku, ada yang sibuk menelpon rumahku, tp gagal 2x karena aku masih yang jawab telpon, ada yang pura2 pake ojek taxi, ada yang sibuk latian ngeband.. Hahhaha macem2..~


Selesai mereka puas tertawa.. mereka melanjutkan serangan kerumah teman yang juga ultah hari ini.. Kangge..

Mereka sibuk buat ramuan .. ada tepung isi kecap,saos, cuka, air, telor...

Sayangnya.. itu Gagal.. si Kangge sakit.. so mereka ga jadi siram Kangge.. Hahahahhaa


Sepulang dari rumah Kangge, sudah aga larut, Masi ada yang menelpon, sahabatku , Yuli, detik2 pergantian tggl ke tggl 25 dia bilang hppy bdy n doa2nya untukku..

sambil aku membalas ratusan notif di fb..

aku masi berharap ada sms darinya untuk just say Hapy bday to me..

Tapi..sayangnya sampe jam 2 pagi aku tertidur, hingga saat ini, tak ada sms ato tlpn darinya.. inikah yang dia bilang.. we are best friend wik.. ~tapi dia lupa gitu ajaa...tanpa berkabar 3 hari ini.. humm..kecewaaa...

Yaah, tak apa..mungkin dia memang "lupa"

tapi yang pasti, dibalik itu.. para sahabat dan teman lain, masih peduli dan perhatian ma aku, inget ultahku..

Thanks all..

Luph u all..